Semua
Ada Akhirnya
- Diambil dari Renungan
Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville
Bacaan Alkitab hari ini: 1 Samuel 25
Kematian adalah suatu misteri. Tidak
ada seorang pun yang tahu kapan dirinya akan meninggal. Pekerjaan atau
pelayanan yang bisa kita lakukan pun memiliki batas waktu. Hanya Allah saja
yang kekal. Dia tidak dibatasi oleh waktu karena Dia tidak pernah berubah.
Kematian Samuel mendukakan hati
rakyat seluruh negeri (25:1). Betapa tidak, Samuel adalah hakim yang terakhir
di Israel sebelum dimulainya pemerintahan raja-raja. Walaupun dia dididik oleh
Imam Eli yang gagal mendidik anak-anaknya sendiri, di dalam Alkitab tidak
terdapat catatan negatif tentang Samuel, kecuali dalam hal kegagalannya
mendidik anak (12:3-5; 8:3, 5). Nampaknya, dia terpengaruh oleh teladan negatif
dari Imam Eli dalam hal mendidik anak.
Daud adalah orang kedua yang diurapi
Samuel untuk menjadi raja Israel. Sewaktu Raja Saul hendak membunuh Daud,
Samuel adalah orang yang dipercaya sebagai tempat berkeluh kesah (19:18).
Walaupun Daud pasti sedih, dia tidak dapat ikut berkumpul, meratapi, dan
menguburkan Samuel. Daud malah berkemas untuk pergi ke padang gurun Paran di
saat-saat kedukaan sedang berlangsung (25:1).
Tidak seorang pun yang tahu kapan
waktu kebersamaan dengan orang yang kita kasihi akan berakhir. Bahkan, ada
kalanya kita tidak bisa hadir saat orang yang kita kasihi meninggal dunia,
sehingga muncul penyesalan yang mendalam. Cara terbaik untuk mengatasi
kesedihan saat orang yang kita kasihi meninggal dunia adalah dengan berpaling
kepada Allah sambil mengingat bahwa hidup ini memiliki banyak keterbatasan. Tak
seorang pun yang dapat merancang kapan waktu harus berpisah. Jadi, nikmatilah
seluruh waktu kebersamaan dengan orang yang kita kasihi. [EF/P]
Pengkhotbah 3:1
“Untuk segala sesuatu ada
masanya,untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
"Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan"